Catatan hati seorang ita


 Hari ini, genap satu bulan aq berstatus sbg seorang istri menjadi Ny. Andre ^_^. Berkah Ramadhan tahun ini, aq sudah menikah dan insyaallah akan memiliki momongan. Fabiayyi Ala Robikuma Tukaziban, maka nikmat Tuhan mu yg mana lagi yg engkau dustakan. Yaaa... itulah sepenggal ayat dari Surat ArRahman. Bersyukur atas nikmatNya, sudah dijwabNya atas doa yg dipanjatkan di setiap sujud q. Menikah dengan proses yang berjalan lancar, Alhamdulilah. Sejak awal perkenalan Ramadhan tahun lalu itulah awal dari perjalanan cinta aq dan suami dan insyallah akan dijaga sampai akhir hayat.

Sebagai seorang istri yang memiliki suami dan memiliki pekerjaan di luar kota pastilah akan berat dijalani, layaknya suami istri pada umumnya ingin berada satu atap. Namun sikon yg qta hadapi agak berbeda, krn suami bekerja nomaden alias akan berpindah sesuai project nya itulah yg tidak memungkinkan untuk aq ikut serta dengan nya. Mungkin kalau saja menetap disuatu tempat aq ingin bersamanya. Tapi bagaimanapun juga ia adalah seorang suami yang pastinya imam keluarga, suami q bekerja untuk menunaikan salah satu kewajibannya sbg pencari nafkah. dimanapun ia berada aq harus ikhlas dan selalu mendoakan yg terbaik. Coz, yang namanya hidup berumah tangga pasangan suami istri tidak hanya memuaskan lahiriah alias yang tadinya haram menjadi halal aja, tapi lebih dari sekerdar itu tujuan menikah adalah untuk mencapai keluarga sakinah (tentram), mawahdah (cinta &harapan), warohmah (kasihsayang). Yaa walau tak dipungkiri juga sih setelah menikah itu bukan hanya menjadi keinginan tapi sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus terpenuhi, berat juga klo sampe ga tersalurkan. Nah, disinilah pintar-pintar mengatur schedule untuk ketemu. Long Distance Merriage itu rasanya kalau ketemu rasanya Honeymoon terus :p #Uppz :).  Menahan rindu berminggu-minggu itu rasanya bisul mau pecah kali yaa #lebay dikit. Tapi memang bener rasanya sesuatu. Oleh karena itu kesetiaan harus di utamakan dalam hub ini. Semoga kedepannya kita bisa menjadi keluarga yang utuh dan bersama-sama. *Hope & Pray.

Insyaallah aq percayakan suami q disana untuk bisa menjaga amanah yg sudah aq percayakan kepadanya. Ini adalah komitmen yang sudah bisa q terima konsekuensinya sejak merencanakan pernikahan dengan nya.
Zaman skrg, seorang istri memiliki tugas ganda dalam menjalankan aktivitasnya. Seorang wanita yang bekerja salah satu tujuannya adlh memanfaatkan ilmu yg telah didapat selama mengeyam pendidikan yang pasti nya haruslah membuahkan hasil agar kedua org tua merasa bangga. Jika wanita itu menikah dan masih bekerja sebenarnya ada banyak faktor, karena sesungguhnya peran istri bukan menjadi pencari nafkah melainkan yg dinafkahi lahir dan bathin oleh suaminya, itu adalah fitrah. Seorang istri yang bekerja memiliki peran double. Namun istri bekerja hanya sebagai backup penghasilan suami, krn sewaktu waktu sang istri akan mengurusi baby yang pasti nya memerlukan perhatian khusus dibadingkan harus mengurusi perkejaan kantor. sebab itu kodrat seorang wanita. Sampai detik inipun aq terus belajar untuk menjadi seorang istri yang baik, ingin selalu patuh terhadap suami walau jauh aq akan tetap menghormatinya. walau terkadang aq mungkin masih terbilang ngeyel terhadap suatu hal, dan itu bisa membuat suami q jengkel. Kalau sudah begitu aq introspeksi diri aja deh, tak jarang juga meneteskan air mata sampai akhirnya suami q memaafkan. Karena klo suami udah marah kadang perasaan ga tenang selalu menghantui aq...
Ya Allah, bimbinglah aq untuk bisa menjadi seorang istri sholehah bagi suami q dan menjadi seorang calon bunda yg baik bagi ank q kelak.
Aamiin.......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta yang Sempurna

Jodoh Pasti Bertemu

Toyotomi Hideyoshi