IBU IBU IBU
Ibumu....
Ibumu....
Ibumu....
Lalu Ayahmu....
Begitulah Rasullullah bersabda.
Ada apa dgn seorang IBU, yang terkesan sangat istemewa sehingga rasul menyebutnya 3x???
Ibumu....
Ibumu....
Lalu Ayahmu....
Begitulah Rasullullah bersabda.
Ada apa dgn seorang IBU, yang terkesan sangat istemewa sehingga rasul menyebutnya 3x???
Dan Kami perintahkan
kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang
ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (Qs. Luqman : 14)
Dalam
ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang
pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui.
Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada
ayah.
Kebaikan ibu sangatlah luas dan tak pernah dapat tergantikan dengan apapun. Seberapa banyak harta kekayaanmu, tak akan pernah bisa lunas untuk membayar kebaikan ibu. Maka, buatlah beliau tersenyum bahagia.
Membahagiaan ibu juga adalah perintah Agama. Dikisahkan, seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Aku akan berbai'at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis." Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis." (Shahih : HR. Abu Dawud). (dia)
Kebaikan ibu sangatlah luas dan tak pernah dapat tergantikan dengan apapun. Seberapa banyak harta kekayaanmu, tak akan pernah bisa lunas untuk membayar kebaikan ibu. Maka, buatlah beliau tersenyum bahagia.
Membahagiaan ibu juga adalah perintah Agama. Dikisahkan, seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Aku akan berbai'at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis." Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis." (Shahih : HR. Abu Dawud). (dia)
Itulah sekilas alasan mengapa
Ibumu...
Ibumu...
Ibumu...
Lalu Ayahmu....
Yaaa, semenjak aku berubah status menjadi IBU. Yaa allah.. sungguh luar biasa gejolak perasaan ini, saat bayi lahir ada rasa baby blues, rasa apakah saya bisa menjadi Ibu yg baik bagi ank saya, apakah saya bisa merawatnya, mendidiknya. Karena saat anak lahir melihat mendengar tangisan nya saja saya sudah bingung harus berbuat apa, misal disusui tak mau, di gendongpun masih saja menangis, rasa ingin menangis juga ðŸ˜.
Saat, jadi IBU lah aku tau bagaimana rasa Lelahnya, khawatirnya, kasih sayang, doa nya yang tak kan putus.
Saat sudah menikah, otomatis aku memiliki Ibu mertua yg sudah aku anggap ibu sendiri tapi memang tak sedekat ibu kandung dan masih segan untuk meminta pertolongan kalau ke Ibu mertua.
Terkadang, aku membandingkan Ibuku tdk suka anak2 nya bangun kesiangan, Ibuku tdk suka melihat ank2 nya leyeh sedangkan pekerjaan rumah belum dikerjakan beberes, nyuci, ngepel, yaa minimal beberes rumah. Ibuku tdk suka begini dan begitu. Aku merasa ibuku penuh dengan aturan. Dan aku membandingkan diluaran sana ada Ibu yang tidak seperti itu.
Tapi aku pikir, karena aku tak begitu kenal dengan Ibu ibu lain diluaran sana, yang mungkin pasti tak beda jauh dengan ibuku.
Saat ini, Ibuku sudah berumur yang terkadang sangat lah sensitif luar biasa. Hal kecilpun bisa buat nya badmood, dan marah2, ceramah seharian. Kemungkinan karena ibuku lelah, capek,dan mungkin sedang ada masalah yg tak mau diungkapnya.
Awal nya aku tak mengerti keadaan ini, akupun ikut Baper ☹.
Awal nya aku yg ingin pergi, aku ingin punya rumah sendiri, aku ingin punya rumah tanggaku sendiri, aku ingin punya manajemen rumah tangga sendiri, Tapi balik lagi ke sikon. Hati kecilku tak bisa meninggalkan Ibuku sendiri dirumah, walau berdekatan dgn kk2 ku tapi tetap saja tak satu rumah, kalau terjadi sesuatu didalam rumah siapa yg akan membantunya, kalau ibuku kesepian siapa yg akan menemaninya, walau memang tak jarang ank2ku membuatnya pusing karena kegaduhan masa anak2. Paling tidak aku ada dirumah ini untuk menemaninya, walau nyatanya aku yg masih banyak dibantu oleh Ibuku.
Kini, aku yang harus mengerti, sedari kecil aku sudah mimintanya untuk mengerti aku, memintanya untuk selalu menjagaku, menemaniku.
Aku ingin berusaha sebaikmungkin untuk menjaga perasaannya, kalau diceramah bilang jika ibumu salah janganlah menyalahinya, ibumu selalu benar, kalaupun ibumu ssalah kasihlah kata2 yang tepat dan tetap sopan jangan berdebat.
Hatinya Rapuh saat anaknya tak taat.
Mudah2an aku bisa lebih baik menjaga sikap. Karena akupun seorang IBU, setiap ucapan yang keluar dr seorang IBU ada Doa untuk anak2nya...
Yaa Allah, berilah aku selalu kesabaran dalam setiap mengurus rumah tangga.
Aamiin Yaa RobalAlamiin.
^_^
Komentar
Posting Komentar