Life Must Go On

Beberapa hari terakhir ini, gw mendengar kabar yang kurang menyenangkan sebenernya kerena beberapa sobat gw harus berakhir hubungan nya dengan sang kekasih, emmmmm ya.. pasti nya sedih sih ya. Secara hubungan yang cukup lama dijalin sekitar 2tahunan lebih, mereka curhat ke gw,  sobat-sobat gw ini kebetulan cwe yang belakang terakhir berada di masa Andilau alias Antara Dilema dan gaLau *bahasa tren anak jaman skrg. Itu tuh dahsyat nya sebuah status di social media, :)
Tapi sebener nya status di social media, baik di Fb, Bbm, Twetter, ect..., baiknya sih untuk sharing yang baik-baik yah, jadi kan enak diliatnya. hehhehe. Namun ga bisa dipungkiri juga kita manusia butuh pelampiasan rasa emosional yang kuat di dalam hati yang ga bisa di bendung sendirian, tak terkecuali gw juga sering kali nyampah di Recent Update, gonta ganti status dan DP gajebo, karena apa itu sebagai pelampiasan gw atas keboringan gw atau uneg-uneg yg ada di hati gw, tapi biasanya ckup dengan kalimat yg biasa ga terlalu berlebihan alias Lebay.com ,sampe-sampe banyak yang complen atas kelakuan gw itu, hehehehe Pizz ah my Friend.Giliran gw ga ada di Recent Update, pada kebingungan tanyaiin kabar gw, hahahaaha penting banget sepertinya kehadiran gw selama ini.
Balik lagi ke sobat gw yang baru saja mengakhiri hub, pasti butuh waktu yang untuk bisa pulih ke keadaan normal, gw sebagai sobat cuma bisa kasih support ke mereka supaya bisa cepet-cepet Move On. ;). *padahal klo gw berada di posisi mreka mungkin juga bakal nangis bombay kali ya, scara pasti banyk kenangan indah bersama. hiks...hiks..hiks.

Come on guys,.... our life can't stop with or without them, coz life must go on beib !!! ^_^
Dunia gak akan berakhir dan gak akan hancur, dengan atau tanpa mereka disisi kita.
Positif thingking aja, pasti ada rencana yang lebih baik dari Allah buat kita. Scenario Nya blum berakhir, so ikhlasin dan tawaqalallah aja ya guys. *Big Hug.

Gw juga dulu pernah, berada di saat2 NgeDown se ngedown ngedown nya, hehehehe tp bkn masalah berakhirnya suatu hub dgn seseorng sih, cuma lebih kepada kita manusia memang diciptakan oleh yang Maha Kuasa punya hati. Yang namanya hati itu bisa berubah-rubah sesuai mood. Maka dari itu wajib tuh hukumnya klo hati lg bermasalah, minta kepada yang Maha pembolak balik hati *Allah .supaya di kuatkan. :)

Setiap orang punya karakter dan sifat yang berbeda, mengharapkan seseorang berubah sesuai dengan keinginan kita itu hal yang sia-sia, dari pada kita pusing dengan sikap orang lain ke kita lebih baik kita nya sendiri yang introspeksi, dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan. karena pada prinsip nya kita lah yang harus beradaptasi dengan lingkungan, bukan lingkungan yang beradaptasi dengan kita. klo kita inget pelajaran IPA dulu ada teori Darwin. intinya sih membahas soal siapa yang bisa beradaptasi dengan lingkungan maka dialah yang bisa bertahan. Klo lupa ya gpp dimkalum ko, hehehhehe.

So, guys.... hidup itu cuma sekali loh, manfaatkan waktu sebaik mungkin, ya walaupun demikian gw juga bukan orang yang sempurna "coz, Nobody Perfect". Justru dari kesalahan itu kita belajar untuk berusaha memperbaiki nya. klo kata take line iklan Deterjen " Kotor itu tanda belajar" :). Manusia dilahirkan seperti kertas putih polos bersih tanpa noda, seiring jalan nya waktu kertas putih itu pasti tersisi warna-warna. nah tinggal kita deh tuh atur mau warna apa, mau warna cerah apa warna gelap. hehhehehe.

Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah dengan cara membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar untuk hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain dan meng apresiasi semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya. Hal ini lah yang membuat hidup kita menjadi hidup " Hidup" dan " mampu bertahan" dalam situasi atau lingkungan ekstrim sekalipun.
Terimalah ketidaksempurnaan seseorang dengan cara yang sempurna, maka hidup akan menjadi jauh lebih bermakna". :)  *Advice for Myself too. Aamiin.

Happy Niceday @_@

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta yang Sempurna

Jodoh Pasti Bertemu

Toyotomi Hideyoshi