Lebih Menghargai Hidup
Sabtu, 21 September 2013. Di RS Fatmawati Ged Anggrek Ruang 203, ak dan sahabat menjenguk seorang teman semasa sama sama duduk di sekolah menengah pertama, walau tak pernah satu kelas namun ak kenal baik dengan nya, karena sahabat ak ini hampir satu angkatan di sekolah smp kenal semua, berbeda dengan ak yang punya ingatan kurang bagus. :). Saat ini, Butet begitulah sapaan hangat dari teman-temannya sedang berbaring di rs, dikerenakan pendarahan yang luar biasa yang menyebabkan HB nya hanya diangka 3, Astagfirullah sangat mengkhawatirkan, namun ini adalah bukan kali pertama ia melakukan transfusi darah, karena semenjak masa pubertas ketika tamu bulanan nya datang selalu saja terlalu banyak darah yang keluar bahkan sampai satu bulan full. ini lah yang menyebabkan ia banyak kehilangan darah. Awalnya per 3 atau 2 tahun sekali ia melakukan transfusi darah, lalu setahun sekali, dan akhir-akhir ini sudah hitungan bulan ia harus transfusi darah. sekali melakukan transfusi ia memerlukan 5-10 kantong darah untuk menstabilkan HB nya. Ya Allah. berilah ia kesembuhan total. Di saat keadaanya seperti itu ada hal yang membuat ak kagum sekaligus gemes melihatnya, karena disaat keadaan nya seperti masih terlihat ceria diwajah nya walau mungkin didalam hati dan pasti merasakan sakit yang luar biasa. dan disaat seperti ini masih memikirkan kerjaan nya bagaimana kalau dia tdk masuk siapa yang mengurusi ini itu di kantor nya, Ya Ampuunnn. sampai-sampai kita sebagai sahabat nya ngomel-ngomel ga karuan menasehatinya, jgn fikirkan orang lain dulu fikirkan kesehatan diri dulu. Karena ia memang orang yang sangat energik, jadi merasa dirinya sehat sehat aja walau infusan masih menempel di tangannya.
Sebenarnya disaat kita berada di Rumah Sakit, atau kita sedang menghadiri suatu pemakaman itu adalah pengalaman religius klo menurutku, karena disitulah kita akan merasa sangat bersyukur atas nikmat sehat, nikmat iman yang sudah Allah limpahkan ke kita, coba lihat orang sakit mau makan apa aja gak nikmat krn mungkin sudah tidak enak menelannya karena hanya hambar yg dirasakan dilidah, atau mungkin saat kita lihat Jenazah dikuburkan diliang lahat apakah kita pernah membayangkan apa yang akan terjadi dibawah tanah itu!!! amal apa aja yang udah kita siapkan?
Semenjak pernah merasakan dirawat di rs kurang lebih 3minggu karena typus, kejadia itu hampir 10tahun yang lalu masih membuat ak trauma yang namanya berkunjung ke rumah sakit, karena bau obat khas dari rumah sakit itu sangat tidak ak sukai, dan betapa berharganya oksigen yang bisa kita hirup setiap hari secara bebas di muka bumi ini dibandingkan harus menghirup dari tabung oksigen ketika sakit. Lebih menghargai hidup dengan selalu menjaga kesehatan, karena kalau kita sakit bukan hanya kita sendiri yang merasakan tapi kelurga, sahabat, teman dekat, apalagi orang tua akan merasa sedih.
Bersyukurlah dari apa yang terjadi, jangan pernah selalu menyalahkan keadaan, pertahankanlah apa yang ada sekarang dan apa yang ada disampingmu, jangan biarkan penyesalan datang setelahnya, sebab seseorang yang istimewa adalah orang yang ingin menjadi lebih baik lagi dan lagi.
Komentar
Posting Komentar