Salam Rinduku untuk Cinta

Rindu bukanlah angin:
Tapi air mata bukanlah hujan
Yang membasahi lentik bulu mata
Membiarkanku menyeka embun di pipimu yang mawar
Tapi jiwa bukanlah gemuruh yang memetik dawai di jemari
Membiarkan tanganmu dan tanganku bertelangkup dalam getar
Tapi rindu bukanlah angin yang datang dan pergi
tanpa mampu mengejarnya...


Bayang bayang rindu:
Semilir rasa membelai jiwa tercium aroma yang jauh disana
Adakah sama yang kau rasa disini aku ingat dirimu saja
Bayang-bayang rindu hiasi dalam beranda
Warna-warna canda tawa dirimu yang jauh disana
Terngiang suara ditelinga merdu membisikkan kata
Penuhi ruang rindu di jiwa darimu yang jauh disana
Rindu padamu sungguh aku rasa beranda hatiku hanya gambarmu saja
Engkau yang jauh disana semoga merasakan rinduku juga...

Mengambang dalam batas yang tak tercapai:
Sunyi malam tenggelam dalam cahaya bulan
langit-langit kita:
mengambang dalam batas yang tak tercapai
Daun-daun menggigil dekapan angin di musim gugur
lagi-lagi kita:
merinding dalam hasrat yang tak tergapai
Jarak membungkus kita dalam mil-mil kesunyian
tapi rindu membuat hati melekat denganmu
Lalu berbaring saling terpaku,
Bulan terguling ke dalam kelambu.

Senyum yang menjadi rahasia bibirmu:
Selalu ada puisi untukmu
semua kata yang tujuannya menggambarkan debar bagaimana indahnya
ingin kupanggil namamu,
Senyum yang menjadi rahasia bibirmu kuperam dalam jantungku
Tumbuh satu per satu menggetarkan sunyi, bermekaran di antara jemari



By : Khalil Gibran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta yang Sempurna

Jodoh Pasti Bertemu

Toyotomi Hideyoshi